Tips Memilih Multimeter Analog & Digital

Multimeter atau multitester digital sangat populer dan mudah digunakan, tetapi multimeter analog kadang lebih baik untuk situasi tertentu. Berikut tips untuk memilih multimeter yang tepat:

Multimeter (kadang disebut VOM: Volt-Ohm-Milliampere Meter atau AVO: Ampere-Volt-Ohm Meter) adalah sebuah kombinasi dari voltmeter, ammeter, resistance meter dan jenis-jenis lain meter elektronik. Alat ukur ini sangat berguna untuk masalah troubleshooting di rumah, kelistrikan mobil dan problem-problem elektronik.

Disaat nampaknya rumit, tidak semua fitur-fiturnya harus digunakan. Untuk penggunaan di rumah, alat ukur ini umumnya digunakan sebagai voltmeter dan continuity tester.

Harga untuk tipe analog dan digital bervariasi mulai kurang dari 100rb hingga jutaan rupiah untuk tipe industrial atau profesional. Merk yang populer diantaranya Fluke, Hioki, Kyoritsu, Amprobe, Wavetek, Beckman, Micronta, Yokogawa, Sanwa.

Multimeter Analog
Multimeter analog lama tipe jarum begerak memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan:
* Dapat mengukur fluktuasi dan yang bersifat sementara. Meter analog dapat mengukur fluktuasi frekuensi rendah, sampai batas tertentu.
* Tidak memerlukan baterai. Baterai diperlukan untuk fungsi resistance meter tetapi fungsi voltmeter dan ammeter dapat bekerja tanpa baterai.
* Baik untuk pembacaan yang cepat. Jarum analog bereaksi dengan cepat, membuatnya pas untuk mencolokkan probe pada titik-titik pengukuran. Pembacaan high, medium dan low mudah terlihat dalam sekejap.
* Baik untuk men-tuning rangkaian-rangkaian elektronik ke nilai spesifik (sebagai contoh: men-seting trim atau variabel resistor) sebagaimana kecepatan jarum dan posisi relatif-nya menyediakan respon yang berguna.

Kekurangan:
* Akurasi yang terbatas. Rentang akurasi berkisar dari plus atau minus 1% sampai 4% skala penuh (tergantung dari model dan tipe pengukuran). Pembacaan pada posisi tengah skala (setengah dari skala penuh) akan memiliki setengah akurasi (2% ~ 8%).
* Tidak ada rentang otomatis (auto range). Untuk pembacaan yang lebih presisi, meter harus diset secara manual sehingga jarum hampir pada posisi maksimum (full scale deflection).
* Memungkinkan salah membaca skala.
* Skala dapat sulit dibaca.
* Lemah. Mekanis jarum lemah dan dapat mempengaruhi akurasi jika multimeter terjatuh.

Fitur-fitur berguna:
* Rentang pengukuran yang banyak. Semakin banyak rentang pengukuran yang tersedia, semakin baik meter dapat digunakan untuk mendekati skala penuh untuk akurasi tinggi.
* Rentang pengukuran 50 micro amp. Lebih umum rentang 200 micro amp yang kurang peka.

Multimeter Digital Autorange
Multimeter digital sangat populer. Namun pengguna perlu waspada dengan keterbatasan-nya.

Kelebihan:
* Akurat. DMM terbaik dapat memiliki akurasi hingga plus atau minus 0.1% tetapi 1% ~ 2% lebih umum.
* Mudah digunakan. DMM auto range secara otomatis memindah rangkaian dalam meter ke rentang pengukuran yang tepat.
* Banyak fiturnya. DMM profesional dapat mengukur gelombang frekuensi dan duty cycle (hampir mendekati fitur osiloskop).

Kekurangan:
* Tampilan LCD dapat nampak terlalu redup untuk gampang dibaca. Beberapa model memiliki tampilan lampu latar tetapi hal ini akan mengurangi umur baterai.
* Tidak cocok untuk mengukur fluktuasi dan transient.
* Tidaka ada pengaturan NOL untuk pengukuran resistansi, kecuali pada model profesional.

Fitur-fitur berguna:
* Power-off otomatis.
* Tampilan lampu latar, dengan pilihan "selalu ON".
* Grafik batang analog untuk pembacaan fluktuasi dengan cepat. Ini adalah fitur pembunuh, tersedia pada tipe profesional berharga jutaan rupiah. Hal ini memberikan DMM dua kelebihan yaitu meter analog dan digital.
* Rentang pengukuran auto atau manual yang dapat dipilih.
* Tampilan pembacaan minimum, maksimum dan rata-rata.
* Fitur hold.
* Koneksi ke PC untuk data-logging periodik otomatis.
* Pendeteksi tegangan AC/DC otomatis dan pergantian pengukuran.
* Detektor tegangan AC non-kontak. Untuk meng-identifikasi tegangan aktif/hidup.

Fitur-fitur dan Pengukuran Multimeter Lainnya
Fitur-fitur berikut berguna untuk kedua tipe multimeter analog dan digital:

* Pengukuran True RMS tegangan AC.
* Pengetesan continuity dengan indikator suara.
* Pengetes diode dengan indikator suara. Juga digunakan untuk men-test transistor BJT, dua terminal pada saat bersamaan.
* Tester baterai untuk jenis baterai 1.5 dan 9 volt. Mengukur tegangan disaat membebani baterai dengan aliran arus kecil. Fitur ini lebih umum pada meter analog.
* Pengukuran gain transistor BJT (hFE).
* Pengukuran arus bocor gerbang transistor FET.
* Pengukuran kapasitansi.
* Pengukuran temperatur dengan probe thermocouple terpisah.
* Penyangga berdiri.
* Tempat menyimpan probe tes di dalam casing.
* Rangkaian input yang dilengkapi sekering.
* Rangkaian pengukuran maksimum 10 ampere. Soket tes probe yang terpisah dibutuhkan untuk mengatasi arus tinggi. Meter yang lebih murah menggunakan rangkaian input tanpa sekering untuk soket 10 ampere, meski soket satunya dilengkapi dengan sekering.

Multimeter atau Multitester Terbaik
Digital multimeter dasar, murah auto-range mudah digunakan: baik untuk para hobiis non-teknis. Pengguna-pengguna yang lebih profesional dapat mengatasi kerumitan meter analog, memberikan kepada mereka fleksibilitas dengan pembacaan fluktuasi.

Tukang-tukang, teknisi dan para ahli kelistrikan akan membayar lebih untuk sebuah multimeter digital dengan tampilan grafik batang, memberi mereka manfaat kedua tipe multimeter. Multimeter hybrid dengan tampilan dobel digital dan analog merupakan alternatif lain.

Sumber: suite101.com by Yuen Kit Mun

Multimeter Digital