Lampu Stroboscope, apakah fungsinya?

Stroboscope, juga dikenal sebagai strobe, adalah alat yang digunakan untuk membuat obyek yang bergerak secara siklus terlihat bergerak-lambat, atau stasioner. Prinsip ini digunakan untuk mempelajari rotasi, pergerakan maju-mundur, bergoyang kesana kemari atau obyek yang bergetar. Bagian-bagian mesin dan senar yang bergetar juga termasuk contohnya.
Dalam wujud paling sederhana, piringan yang berputar dengan lubang ditengahnya diletakkan pada garis pandang diantara pengamat dan benda yang bergerak tersebut. Kecepatan putar piringan diatur sehingga menjadi sinkron dengan pergerakan sistem pengamat, yang mana terlihat melambat dan berhenti. Ilusi ini diakibatkan oleh perbedaan sesaat, yang juga disebut efek stroboskopik.
Dalam versi elektronik, piringan perforasi digantikan dengan sebuah lampu yang dapat memancarkan kedipan cahaya dengan cepat dan singkat. Frekuensi dari kedipan diatur sehingga menjadi sama, atau unitnya bergerak dibawah atau diatas dari kecepatan siklus benda-nya, dimana pada saat itu benda terlihat stasioner atau bergerak maju atau mundur, tergantung dari frekuensi cahaya/lampunya.

Sejarah
Joseph Plateau dari Belgia biasanya disebut-sebut bersamaan dengan penemuan stroboskop di tahun 1832, saat dia menggunakan sebuah piringan dengan celah radial yang diputarnya di saat menampilkan gambar-gambar pada roda berputar yang terpisah. Plateau menamakan alatnya "Phenakistoscope". Ada juga penemuan yang simultan dan independen dari alat ini oleh seorang Austria Simon von Stampfer, yang dinamakan-nya "Stroboscope", dan inilah istilah yang dipakai saat ini. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani - strobos, yang berarti "pusaran air" dan - skopein, yang berarti "melihat".
Sebagaimana stroboskop memiliki aplikasi yang penting untuk penelitian ilmiah, penemuan awalnya telah menerima kesuksesan populer yang cepat sebagai metode untuk memproduksi gambar bergerak, serta prinsipnya digunakan untuk berbagai mainan.
Pelopor awal lainnya mengerjakan cermin yang bergerak atau berputar. Lampu strobo stroboskop elektronik ditemukan pada tahun 1931, saat Harold Eugene Edgerton ("Doc" Edgerton) mengerjakan lampu kilat untuk mempelajari bagian-bagian mesin dalam gerakan. General Radio Corporation lalu mematenkan penemuan ini dalam bentuk "Strobotach".
Kemudian Edgerton menggunakan kilatan cahaya yang sangat singkat sebagai artian pembuatan fotografi diam untuk benda yang bergerak cepat, seperti sebuah peluru yang melayang.

Aplikasi
Stroboskop memainkan peranan yang penting dalam penelitian pergerakan mesin, dan banyak penelitian lainnya. Stroboskop juga digunakan sebagai alat ukur untuk menentukan kecepatan siklus.
Sebagai cahaya yang bisa diatur waktunya stroboskop digunakan untuk men-set waktu penyalaan dari bagian dalam pembakaran mesin kendaraan.
Di bidang medis, stroboskop digunakan untuk melihat pita suara untuk mendiagnosa kondisi yang menimbulkan dysphonia (suara serak). Pasien mendengung atau berbicara pada sebuah mikrofon yang meng-aktifkan stroboskop pada frekuensi yang sama atau sedikit berbeda. Sumber cahaya dan kamera diposisikan oleh endoskopi.
Aplikasi stroboskop lainnya dapat dilihat pada gramafon piringan hitam. Tepi piringan hitamnya ditandai dengan interval khusus sehingga saat dilihat dibawah sinar lampu neon pada frekuensi utama, piringan hitamnya berputar pada kecepatan yang benar, tanda tersebut terlihat stasioner. Hal ini tidak akan bisa dibawah sinar lampu bohlam, karena lampu bohlam tidak berkedip. Dengan alasan ini, beberapa pemutar piringan hitam memiliki lampu neon dekat dengan piringan-nya.
Kedipan sinar lampu juga diadaptasi untuk penggunaan pop, sebagai efek lampu untuk diskotik dan klub malam dimana akan memberikan impresi tarian dalam gerak lambat.
Lampu strobo juga digunakan pada beberapa sistem alarm untuk memberikan peringatan visual kepada orang yang mungkin tidak dapat mendengar dan tidak dapat mendengarkan bel alarm.

Sumber: Wikipedia

Lampu stroboskop